Perbandingan kinerja keuangan Sukuk îjarâh dan obligasi konvensional yang listing di bursa efek indonesia
Abstract
Pertumbuhan sukuk yang semakin meningkat haruslah dilihat sebagai perkembangan instrumen Ekonomi Islam bagian dari penerapan perspektif Islam dalam bidang Ekonomi. Sukuk merupakan obligasi yang berbasis Sharh Islam, atau obligasi Syariah, dan tentunya sangat berbeda dengan obligasi konvensional. Perbedaan itu cukup banyak, diantaranya dari segi kinerja keuangannya. Sukuk dan obligasi konvensional merupakan salah satu penyertaan yang di perdagangkan di pasar sekunder (Bursa Efek Indonesia). Namun adakalanya banyak yang masih bingung dengan perbedaan antara sukuk dan obligasi konvensional, umumnya menganggap bahwa keduanya sama. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan antara teori investasi sukuk dan obligasi konvensional yang menyatakan bahwa high risk high return.[1] Teori tersebut menyatakan bahwa obligasi memiliki keuntungan yang tinggi tetapi risikonya pun juga tinggi, sedangkan sukuk merupakan instrumen investasi yang memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah.
Penelitian ini akan membandingkan kinerja keuangan sukuk ar dan obligasi konvensional periode tahun 2009-2013. Kinerja keuangan masing-masing dilihat dari Nominal Yield, Yield to Maturity, Current Yield dan Realized Yield. Data akan dianalisis dengan analisis statistik independent sample t-test menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 20.00 for windows.
Hasil penelitian akhir, diharapkan dapat membandingkan lebih baik mana antara kinerja keuangan sukuk ar dengan obligasi konvensional. Sehingga, hasil penelitian ini nanti dapat bermanfaat dalam memberikan warning atau referensi kepada perusahaan yang kinerjanya lebih buruk, untuk melakukan keputusan dan penanggulangan serta evaluasi yang benar. Begitu juga untuk perusahaan yang kinerjanya baik, harus tetap mempertahankan dan menaikkan rating-nya agar lebih baik lagi.
Â
[1] Affandi Wahdy, Perbandingan Resiko Dimbal Hasil Sukuk dan Obligasi Konvensional di Pasar Sekunder: Studi Kasus di Bursa Efek Surabaya 2004-2006, Tesis S2. Universitas Indonesia
References
Bank Indonesia. Outlook Perbankan Syariah Indonesia 2012..
Otoritas Jasa Keuangan. Laporan Triwulanan I – 2014.
Otoritas Jasa Keuangan. Statistik Pasar Modal Syariah.
Muslich, Ahmad Wardi. 2013. Fiqh Muamalat. Jakarta: Amzah.
Karomah, Umi Yaumidin. 2008. Investasi Syariah: Implementasi Konsep pada Kenyataan Empirik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Mandur, Husaini dan Gunawan, Dhani Idat. 2007. Dimensi Perbankan dalam Al-Qur’an. Jakarta: PT. Visi Cita Kreasi.
Abdul Wahid, Nazaruddin. 2010. Sukuk: Memahami & Membedah Obligasi pada Perbankan Syariah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Abdul Wahid, Nazaruddin. 2010. Sukuk: Memahami & Membedah Obligasi pada Perbankan Syariah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Zuraidah. Sukuk Negara Sebagai Pendorong Pertumbuhan Pasar Keuangan Syariah Indonesia. Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tidak Diterbitkan.
Direktorat Kebijakan Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan. Mengenal Sukuk: Instrumen Investasi dan Pembiayaan Berbasis Syariah, Tidak Dipublikasikan.
Wahdy, Affandi. Perbandingan Resiko Imbal Hasil Sukuk dan Obligasi Konvensional di Pasar Sekunder: Studi Kasus di Bursa Efek Surabaya 2004-2006. Tesis. Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia.
Mufaniri, Z. 2008. Perbandingan Kinerja Obligasi Korporasi antara Konvensional dan Syariah Ijarah. Thesis. Jakarta: Program Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia.
Yuliana, Indah dan Rahmawati Dewi. Komparasi Kinerja Obligasi Syariah Îjarâh dan Obligasi Konvensional Periode 2007-2010. Jurnal El-Dinar, Vol. 1, No 1, Januari 2013.
Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
www.kompas.com 20 Maret 2014, OJK: Potensi Sukuk di Indonesia Besar.
www.metrotvnews.com 04 September 2014, Sukuk Global RI Banjir Peminat.
www.idx.co.id
